SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses dan mengelola server dari jarak jauh secara aman. Semua data yang dikirim melalui SSH dienkripsi, sehingga tidak bisa disadap oleh pihak ketiga.
Kenapa SSH Penting?
Sebelum ada SSH, pengelolaan server jarak jauh dilakukan menggunakan Telnet yang tidak mengenkripsi data sama sekali. Artinya username dan password dikirim dalam bentuk teks biasa dan bisa disadap. SSH hadir sebagai solusi yang aman untuk menggantikan protokol tersebut.
Apa yang Bisa Dilakukan dengan SSH?
SSH bisa digunakan untuk remote login ke server, transfer file antar perangkat secara aman menggunakan SCP dan SFTP, serta tunneling dan port forwarding.
Bagaimana SSH Bekerja?
SSH menggunakan model client-server. SSH Client adalah perangkat yang ingin konek, sedangkan SSH Server adalah perangkat yang diakses.
Saat konek, client dan server melakukan key exchange untuk menghasilkan session key yang digunakan untuk mengenkripsi seluruh komunikasi menggunakan enkripsi simetris. Proses autentikasi menggunakan kriptografi asimetris yang terdiri dari public key dan private key.
Metode Autentikasi SSH
SSH mendukung dua metode autentikasi.
Password Authentication: login menggunakan username dan password. Metode ini paling mudah digunakan tapi rentan terhadap serangan brute force.
SSH Key Authentication: login menggunakan sepasang kunci kriptografi yaitu public key dan private key. Metode ini lebih aman dibanding password karena tidak bisa ditebak atau di-brute force.
Port Default SSH
SSH menggunakan port 22 secara default. Port ini bisa diganti untuk mengurangi risiko serangan brute force.
SSH Client
Di Linux dan Mac, SSH client sudah tersedia secara bawaan dan bisa langsung digunakan via terminal. Di Windows bisa menggunakan PowerShell yang sudah built-in di Windows 10 ke atas, atau PuTTY.
Kalau ada pertanyaan, silakan tanyakan di kolom komentar :)













